Dunia Sepak Bola Berduka: Tragedi Labuan Bajo Merenggut Nyawa Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya

Labuan Bajo , NTT — Dunia sepak bola internasional berduka setelah kabar meninggalnya Fernando Martín Carreras , mantan pesepak bola profesional Spanyol sekaligus pelatih Valencia CF Femenino B , dalam kecelakaan kapal wisata di perairan Pulau Padar , Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Dalam peristiwa tragis tersebut, Fernando meninggal dunia bersama tiga anaknya yang masih berusia belia. Kabar ini mengguncang komunitas sepak bola Eropa dan internasional. Valencia CF serta sejumlah klub besar Eropa menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok yang dikenal berdedikasi dalam membina pemain muda.

Pertengkaran Malam – Usaha Bertahan Cinta Thebaldus & Anjany yang Gagal

Bab 15 

Pertengkaran di Ujung Malam


Telepon berdering di tengah malam. Ruteng sudah lama tertidur dalam kabut dingin, tapi Surabaya masih menyala dengan hiruk pikuknya. Anjany menunggu panggilan Thebaldus, tapi yang datang justru kata-kata yang menyakitkan.


 “Kamu kenapa sih akhir-akhir ini? Susah banget dihubungi,” suara Anjany terdengar bergetar.


“Aku kerja, Jan. Capek. Kenapa kamu selalu mikir yang jelek-jelek?”


“Karena aku ngerasa kamu beda. Kamu nggak kayak dulu.”


“Kamu salah. Aku tetap sama. Cuma waktuku habis buat kerja.”


Hening. Tapi hening itu bukan damai. Itu hening yang menusuk, hening yang penuh tuduhan tak terucap.


“Kalau kamu cinta aku,” lanjut Anjany, “kenapa kamu nggak bisa luangin waktu?”


“Kalau kamu percaya aku,” jawab Thebaldus, “kenapa kamu selalu curiga?”


Suasana meledak. Kata-kata yang dulu jadi puisi berubah jadi peluru.


 “Mungkin kamu udah nemuin orang lain di Surabaya.”


“Dan mungkin kamu juga udah nggak percaya aku sama sekali.”


Telepon terputus. Malam kembali sunyi. Tapi di dalam hati mereka, badai baru saja dimulai.




Bab 16

Mencoba Bertahan, Tapi Gagal


Beberapa hari kemudian, keduanya mencoba memperbaiki keadaan. Thebaldus menelpon lebih sering. Anjany berusaha lebih sabar. Mereka bicara lagi tentang mimpi-mimpi lama.


“Kamu inget nggak, Jan, waktu kita janji di Danau Rana Mese?”


“Inget. Kamu bilang bakal balik, kita bakal terbang bareng sampai ujung senja.”


“Itu nggak berubah, Jan. Aku masih pegang janji itu.”


“Tapi kenapa aku nggak ngerasa sama lagi, Baldus? Kayak ada jarak yang nggak bisa ditutupin.”


Thebaldus terdiam. Ia tahu, kata-kata Anjany benar. Meski ia mencoba, ada sesuatu yang hilang.



Mereka bertemu lagi lewat video call. Senyum terlihat, tapi terasa kaku. Candaan dilontarkan, tapi hambar.


“Kita masih bisa bertahan kan, Baldus?” tanya Anjany, matanya basah.


“Aku pengen. Tapi kalau terus begini, aku takut kita saling hancur.”


“Jangan bilang gitu. Aku nggak mau kehilangan kamu.”


“Aku juga nggak mau. Tapi aku nggak bisa bohong. Kita udah nggak kayak dulu.”



Air mata jatuh di kedua sisi layar. Mereka menangis, tapi tangis itu tidak memperbaiki apa pun.




Hari demi hari, usaha mereka terasa sia-sia. Janji-janji yang dulu indah kini terdengar seperti beban. Kata-kata “aku cinta kamu” yang dulu hangat kini terasa kosong.


Cinta mereka pernah bersemi di Ruteng, tumbuh di pondok bambu, diteguhkan oleh senja. Tapi di tengah jarak, cinta itu perlahan kehilangan bentuknya.


Mereka berusaha bertahan, tapi kenyataan berkata lain: cinta tak bisa hidup hanya dari kenangan.



Postingan populer dari blog ini

Pi Network 2025: Harga Terbaru, Kontroversi, dan Masa Depan Open Mainnet

BSU Oktober 2025 Cair? Begini Cara Cek Nama Penerima Lewat HP di Situs Resmi

Kisah Haru di Balik Wisuda: Pengorbanan yang Tak Terlihat dari Mama Martina dan Bapa Damianus

Harga Smartphone Flagship September 2025 di Indonesia: iPhone 17, Samsung S26, dan Google Pixel 10 Turun Harga?

Bocoran iPhone 17e & iPhone 17 Series: Harga, Spesifikasi, dan Tips Membeli

SEKOLAH DAN MASYARAKAT: RELEVANSI BESAR PEMIKIRAN JOHN DEWEY DALAM MENGGUGAT TRADISI PENDIDIKAN MODERN

Panduan Memilih iPhone Terbaik 2025: iPhone 15, 14, 13, dan SE, Mana yang Paling Cocok?

Cara Usul Jadi Penerima BLT Kesra Rp 900 Ribu di Aplikasi Cek Bansos Kemensos

Samsung Galaxy A17 5G: Ponsel 5G Murah Samsung Kini Lebih Premium

Huawei MatePad Air 2025, MatePad 12 X, dan MatePad 11.5 Resmi Dirilis: Spesifikasi, Fitur, dan Harga